[Review] Facing the Giants


facing the giants

facing the giants coverFilm ini dibintangi oleh beberapa pemain yang tidak dikenal secara luas: Alex Kendrick, Shannen Fields, James Blackwell.
Rating: PG for mild violence Studio: Sony Pictures Directed By: Running Time: 112 minutes Release Date: 01/30/2007 Genre: Family and Kids.
film ini bercerita tentang sesuatu yang sederhana, adalah coach Grant Taylor yang diperankan oleh Alex Kendrick, menjadi pelatih football (american football ya, bukan soccer) pada sebuah SMU yang selama beberapa tahun tidak pernah memetik kemenangan dari berbagai kompetisi.

hal ini membuat para pemain menjadi terpukul dan tidak memiliki semangat dalam menjalani latihan dengan baik, sementara couch dan 2 asisten pelatihnyapun tidak memiliki konsep pelatihan yang sanggup mengantarkan teamnya menjadi pemenang.

Hingga pada suatu ketika, pejabat sekolah mengadakan rapat untuk mengusulkan penggantian pelatih ini, sedihnya, rapat ini terdengar oleh sang pelatih, dan membuat dirinya down (bingung gue ama indo-nya), malam itu pelatih ini pulang dengan hati dan hancur, bersama istrinya mereka hanya dapat menangis melihat kegagalan demi kegagalan dalam hidup mereka (mulai dari mobil yang sering mogok, bau bangkai di rumah yang diketahui dari mana asalnya, 4 tahun pernikahan tanpa dikarunia anak, gaji perbulan yang tidak mencukupi kebutuhan mereka dan tentunya: karir sang pelatih yang terancam berakhir).

Malam itu, sang pelatih tidak dapat tidur dan bergumul di hadapan kebenaran Firman Tuhan, sementara istrinya tergerak mendoakan pergumulan mereka.
Pada pagi hari, diantara keheningan taman rumah mereka (rumah mereka memang terletak di pinggiran hutan), sang pelatih menyerahkan semua ketakutan, kekhawatirannya dan minta Tuhan membereskan semua aspek hidupnya.
Yang mengharukan, sang pelatih sempat menanyakan pada istrinya, apakah dia akan tetap mencintainya meski mereka hidup tanpa memiliki anak? istrinya memeluk sang pelatih dalam kesedihan.

Sejak saat itu, hidup sang pelatih tidak lagi sama, dia bergumul, apa yang Tuhan ingin dia kerjakan dalam hidupnya, suddenly, seorang bapak yang beriman, datang dan menyatakan Firman Tuhan kepadanya, bahwa, Tuhan belum selesai dengannya, dan Tuhan sedang menantikan waktu yang tepat untuk mencurahkan ‘hujan berkatNya’, bapak ini adalah seorang beriman yang sudah lebih dari 10 tahun memiliki kebiasaan datang pada pagi hari mendoakan setiap bagian dari sekolah itu untuk disiapkan bagi kebesaran Tuhan.

Malam itu, sang pelatih mengambil waktu pribadi untuk me-redefinisikan apa arti dan tujuan hidupnya, dan terutama apa arti dan keberadaan team footballnya.

keesokan harinya, Team berubah dan mulai diubahkan, mulai dari konsep ‘kemenangan’ mereka hingga ke konsep hidup mereka.

Team mulai mendapatkan kemenangan demi kemenangan dalam pertandingan mereka, setelah kerja keras dan semangat team mereka, orang tua dan anak dipulihkan hubungannya, bahkan di suatu hari sekolah itu mengalami ‘pemulihan’ karena masing-masing dari anak tersebut mengakui dosa dan kesalahan kepada teman-teman mereka, dan mereka saling memaafkan dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat mereka.

Bahkan, pada semifinal pertandingan yang berakhir dengan kekalahan mereka, secara ajaib, Tuhan mengubahkan kekalahan menjadi kemenangan mereka.

Kehidupan pelatih juga mulai berubah, mobil sedan butut yang selalu mogok, secara mengejutkan diganti dengan SUV yang selama ini diidam-idamkannya, yang merupakan hadiah dari ayah dan anak yang mengalami perubahan hubungan dari anak yang tidak menghormati ayahnya, menjadi anak yang mengasihi dan patuh pada ayahnya, dan sebagai hadiah perubahan itu, mereka mengasihi pelatih tersebut dengan menghadiahkan mobil SUV tersebut.

Rumah sang pelatih juga akhirnya dapat dibersihkan, bau bangkai selama ini yang tidak diketahui rupanya berasal dari bangkai tikus yang tersembunyi dan akhirnya ditemukan.

Istri sang pelatih, setelah datang ketiga kalinya ke spesialis kandungan untuk memeriksakan kehamilan, secara ajaib juga mendapatkan kehamilannya. Bahkan diakhir cerita film ini, mereka akan dikaruniahi 2 anak.

Film ini menceritakan kebesaran Tuhan yang tidak dapat dihalangi apapun juga, asal kita memiliki iman dan komitmen yang kuat dihadapanNya.
Yang paling menarik dari film ini buat saya, bukanlah keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai pada akhirnya, tetapi, bagaimana sang pelatih mengalami titik balik dan menggumuli bagaimana menemukan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

Film ini direkomendasikan bagi seluruh orang yang mengalami putus asa, baik pemuda, pasangan suami istri bahkan anak-anak. Belajar dari film ini, anda akan menemukan, bahwa hidup ini bukan sekedar meraih keberhasilan dan kemenangan dalam hidup. apa itu?
temukan dengan menonton film bagus ini.

~ by celemotan on 3 December, 2007.

3 Responses to “[Review] Facing the Giants”

  1. waktu aku nonton ini, aku gak bisa nahan diri buat nangis… film ini top bgt deh

  2. AMAZING!!!!

  3. film ini bagus banget. sangat menyentuh, dan cocok buat kaum remaja saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: