Kanada pun memusuhi Blackberry*


no blackberry signArtikel ini saya post supaya menjadi penyeimbang, terutama buat rekan-rekan yang sedang memikirkan penggunaan blackberry, putuskan dan gunakan dengan bijaksana perangkat ini, sebelum menjadi beban buat anda.

Ada hal yang sedikit lucu, artikel ini muncul Koran Bisnis Indonesia pada kolom Teknologi informasi di halaman T7, namun pada bisnis.com edisi cetak artikel ini tidak ditayangkan, mungkin karena header diatas yang menampilkan iklan blackberry XL type 8310 dan 8100🙂

Di Indonesia Blackberry sedang naik daun seiring tarifnya yang kian terjangkau. Akan tetapi di negara asalnya, Kanada, Blackberry justru mengalami tantangan dan wacana pembatasan yang dikaitkan dengan isu dampak psikologis.
Wacana pembatasan Blackberry itu dimunculkan oleh kantor imigrasi dan kewarganegaraan Kanada. Pejabat di kantor tersebut memerintahkan karyawan untuk mematikan akses Blackberry pada pukul 07.00 malam hingga pukul 07.00 pagi, akhir pekan, serta hari libur.

Hal itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan hidup karyawan serta mengatasi apa yang biasa disebut sebagai Crackberry. Crackberry adalah istilah untuk semacam ‘kecanduan’ penggunaan perangkat push e-mail Blackberry.

“Kualitas kehidupan dan kerja merupakan prioritas bagi kami dan oraganisasi kami.” papar Richard Fadden, deputi pada kantor imigrasi dan kewarganegaraan Kanada, dalam memonya.

Blackberry merupakan perangkat yang dibuat oleh Research In Motion yang berbasis di Kanada. Produk ini menjadi perangkat yang sangat populer di kalangan politisi, bisnis, serta profesional, di Kanada dan banyak belahan dunia.

“Kami sudah menduga bahwa pembatasan ini akan dianggap agak mengada-ada. Namun, saya percaya kami harus memulai sesuatu untuk mengurangi stres di lingkungan kerja.” tambahnya.

Dia mengaku paham bahwa dibutuhkan waktu untuk implementasi hal semacam ini, tetapi dia yakin masyarakat nantinya akan menghargai keputusan tersebut.
Juru bicara pada institusi pemerintah Kanada itu menambahkan bahwa akan ada panduan khusus dalam menangani kondisi darurat seiring pembatasan akses Blackberry.

Selalu terhubung

Pembatasan itu seolah-olah semakin menambah daftar musuh Blackberry setelah pemerintah Prancis juga melarang para menterinya menggunakan peranti tersebut untuk alasan intelijen.
Blackberry memang membuat penggunanya ‘kecanduan’ sehingga sering disebut sebagai Crackberry. Akses e-mail yang semudah SMS (short message service), akses pesan instan seperti Yahoo Messenger, GoogleTalk, serta Blackberry Messenger juga membuat pengguna bisa chatting terus menerus tanpa henti selama 24 jam.

Bila pengguna SMS masih memeikirkan tarif dan biaya dalam menjawab atau mengobrol lewat SMS, maka pengguna pesan instan seperti yang ada pada Blackberry biasanya tidak lagi memikirkan biaya, sebab tarif akses per pesan bisa dikatakan hampir gratis.

Daftar teman yang dimasukan ke dalam buddy list biasanya akan terus ditambah, dan ini memicu untuk setiap saat terus berkomunikasi dengan pihak lain. kebiasaan ini sama sekali berbeda dibandingkan dengan kebiasaan penggunaaan SMS.

Akses e-mail hingga 10 akun, ditambah sistem tarif rata atau unlimited, memicu orang cenderung untuk berlangganan lebih banyak mailing list. Milis bidang pekerjaan, alumni sekolah dari SD hingga universitas, komunitas-komunitas yang punya kesamaan hobi, dan sebagainya.

Maka, waktu yang dihabiskan untuk membaca e-mail setiap hari bisa jauh lebih panjang dibandingkan waktu untuk membaca koran ataupun browsing internet.

Seorang kawan wartawan pernah berkelakar,”Kalau aku jadi bos dan ada karywaan minta akses Blackberry akan langsung saya beri. Soalnya itu berarti dia siap bekerja 24 jam sehari. Saya sih enggak mau.”

Agaknya kekhawatiran terhadap kecanduan dan perubahan ritme kerja menjadi tidak sehat semacam itulah yang memicu Pemerintah Kanda untuk mewacanakan pembatasan penggunaaan Blackberry.

*Artikel ini diambil dari Harian Bisnis Indonesia edisi 5 Feb 2008, pada kolom Teknologi Informasi halaman T7, credit kembali kepada penerbit & penulis (oleh: Setyardi Widodo)

~ by celemotan on 6 February, 2008.

2 Responses to “Kanada pun memusuhi Blackberry*”

  1. Nice Info, Bung Celemotan.
    Sebenarnya semua ini tergantung pada “the man behind the gun”.
    Klo kita pintar memanfaatkan teknologi, maka kita akan maju karenanya. Sebaliknya, klo kita terlena dengan fitur2 yg ada, akhirnya malah kita yang didikte oleh gadget tsb. So, pintar2lah memanfaatkan BB Anda. Klo tidak,….istri,anak dan keluarga Anda bisa protes krn merasa kurang dapat perhatian dari Anda ^_^
    Buat Bung Celemotan, thx Pak. Info2 dari Anda sangat membantu untuk pencerahan kita semua.

  2. luar bias kenyamanan berbb ini, walaupun cuman pake yg 7230 th jebot, tetap ajaruar biasa, always online with mailing list he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: