Jika Kristus sudah menanggung dosa kita dan dihukum di kayu salib, bagaimana Ia bisa kemudian menjadi suci kembali dan diselamatkan?


cross illustrationSebuah illustrasi yang baik sekali, saya ambil dari bagian buku rohani yang berjudul “From Faith to Faith” yang merupakan buah khotbah dari Pdt. DR. Steven Tong. merupakan illustrasi yang baik sekali untuk menjawab pertanyaan diatas. illustrasi ini saya tulis ulang dari page #87-91.

Jika Kristus sudah menanggung dosa kita dan dihukum di kayu salib, bagaimana Ia bisa kemudian menjadi suci kembali dan diselamatkan?
Pertanyaan ini pernah dilontarkan kepada saya pada tahun 1965 oleh seorang anak berusia sebelas tahun. Anak ini melihat bahwa Yesus sudah menanggung semua dosa kita, sehingga dosa setiap orang dipindahkan kepada Yesus. Setiap tahun, setiap waktu, dosa orang-orang percaya ditimpakan kepada Yesus. Lalu, kapan dan bagaimana Yesus bisa suci kembali?
Saya pikir, anak ini sangat luar biasa. mungkin banyak orang yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi majelis gereja, tidak bisa menjawab pertanyaan seperti ini, bahkan tidak pernah bisa berpikir demikian. Itu sebabnya, banyak orang menghina Kekristenan, dan menganggap Kekristenan sedemikian dangkal, sehingga kalau diberikan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit sulit Kekristenan akan terbungkam.

Saya sangat bersyukur untuk adanya anak-anak seperti ini, dan saya tahu kalau Alkitab terkadang tidak memberikan kepada kita cukup jawaban, sementara ada anak-anak kecil yang begitu tajam memikirkan pertanyaann teologis dengan motivasi yang murni.

Saya menjawab dia dengan menanyakan apakah ia tahu angka “tak terhingga” (..) Dia menjawab bahwa dia kurang mendalami, tetapi dia tahu adanya angka itu dari kakaknya. Lalu saya bertanya,” kalau 1+1+1+1 …, hasilnya berapa?” Dia menjawab: “Banyak Ribu”. Saya bertanya lagi,”Kalau yang terbatas ini ditambah terus, bisakah menjadi tidak terbatas?” Dia menjawab,”Tidak bisa, kecuali yang terbatas itu ditambah yang tak terbatas, baru bisa menjadi tak terbatas. “Kalau terbatas ditambah terbatas ditambah terbatas hasilnya AKAN TETAP terbatas. Kalau terbatas ditambah terus sampai tak terbatas, baru bisa tak terbatas. Tetapi adakah terbatas bisa terus ditambah hingga tak terbatas?

Dia menjawab tidak tahu.
Lalu saya tanya, apakah yang tak terbatas itu ada? Dia juga jawab tidak tahu.
Namun, dia mengatakan, tanda angkanya itu ada, yaitu seperti angka delapan yang diputar itu (..). Jika berpuluh-puluh-puluh juta ditambah berpuluh-puluh juta dan ditambah terus, apakah bisa menjadi tidak terbatas? Jawabnya: “Tidak mungkin” Yang terbatas, bagaimanapun juga tetap terbatas, yang tidak terbatas tetap tidak terbatas.

Pada saat berusia delapan tahun, saya pernah berpikir, sebenarnya seberapa besarkah alam semesta ini? Kalau diukur pakai meteran, berapa panjang ya? lalu saya berpikir, kalau pakai pesawat, saya membawa meteran maka apakah suatu saat saya akan sampai pojok atau di titik akhir? Kalau memang suatu saat saya terbentur di ujung, berapa jaraknya? Apakah alam semesta ini ada ujungnya? Kalau ada ujungnya, lalau kalau pesawat itu menerobos, merebos kemana? Dan batas itu dibuat dari apa? Apakah dari karton, atau kertas, atau dari semen atau besi? Dari kecil saya sangat ingin mengetahui semua itu.

Kalau kita mengatakan bahwa alam semesta ini tidak ada batasnya, mengapa bisa diukur?
Kalu bisa diukur, berarti ada batasnya?
tetapi kalau ada batasnya, dimana batas itu. Kalau menerobos batas, batas itu apa dan di luar batas ada apa? Dulu saya kira, kalau saya besar dan pandai nanti, maka saya akan mengerti. Tetapi ternyata sampai sekarang, saya tetapi tidak bisa mengerti. Dan kini, saya mendapat pertanyaan dari anak kecil berusia sebelas tahun, yang juga sedemikian tajam. Jikalau Yesus menanggung dosa begitu banyak orang, bagaimana Yesus bisa selamat? Kapan dan bagaimana bisa Dia disucikan?

Jawaban seperti ini harus kita temukan kembali di dalam Alkitab.
mungkin kita akan bertanya, dimana ada ayat yang bisa menjawab pertanyaan demikian?
Masalahnya, ketika kita membaca Alkitab, sering kali kita tidak berdoa dan minta hikmat Tuhan. Kita baru membaca Alkitab sedikit, namun bukannya mempelajarinya dengan lebih teliti dan sungguh-sungguh, kita justru berhenti membaca lalu banyak mendengarkan cerita-cerita dari kaset yang berisi kesaksian-kesaksian yang tidak keruan, yang membuat iman kita kacau.
Justru kaset-kaset seperti itu yang diulang-ulang, sehingga pikiran kita dipenuhi dongeng-dongeng manusia.

Kiranya kita mulai mengerti dua hal ini:
1. Yang tidak terbatas, dibagi berapapun besarnya angka yang terbatas, hasilnya tetap tidak terbatas.
2. Yang tidak terbatas dikurangi berapa pun besarnya angka yang terbatas, hasilnya tetap tidak terbatas.

Jadi, kekekalan ketika dikurangi berjuta-juta-juta tetap adalah kekekalan, tidak pernah terjadi perubahan apapun dalam dirinya. Dan kekekalan dibagi berjuta-juta-juta berapapun juga, tetap adalah kekekalan. Inilah ketidakterbatasan (infinity).

Maka kini, ketika kita membicarakan tentang Yesus Kristus, yang harus kita bicarakan bukan sekadar berapa banyak sengsaraNya, berapa banyak LukaNya, berapa banyak dosa yang harus ditanggungNya. Tetapi yang perlu diketahui adalah “Siapakah Yesus Kristus” sehingga Ia bisa menanggung dosa manusia…

“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus,
bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya
sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan (menyatakan) hidup yang tidak dapat binasa.” 2 Timotius 1:9-10.

~ by celemotan on 11 January, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: